inilah beberapa faktor/sugesti kenapa orang-orang masih belum mau berhenti untuk merokok:
1. Rokok masih diperdagangkan dan dengan harga
yang terjangkau
Memang benar, rokok telah menjadi salah satu
komoditas utama disetiap toko atau kios-kios kecil sebagai barang dagangan.
Kisaran harganyapun bervariasi, mulai dari Rp 8.000,00, Rp 14.500,00 hingga Rp
21.00,00. Dengan adanya barang dan harga yang cukup bersahabat atau relative
terjangkau, jadi jangan heran jika perokok (smoker/ smoke peole) sangat sering
kalian jumpai.
2. Rokok dapat meredakan rasa lelah, stres atau
frustasi, dan rasa cemas
Banyak perokok berargumen bahwa rasa lelah
setelah bekerja, stes atau frustasi yang disebabkan karena putus pacaran,
suami/istri bercerai/selingkuh, mengalami kegagalan, rasa cemas yang disebabkan
sesuatu dan lain hal dapat sedikit diredakan dengan mengisa rokok. Itulah
sebabnya mereka tetap merokok.
3. Rokok
dianggap sebagai sumber inspirasi
Setiap orang pastinya pernah mengalami
kesulitan memperoleh inspirasi dalam mendapatkan ide. Namun tidak demikian
halnya bagi para perokok, selama asap tetap ngebul inspirasi dan ide selalu ada
walaupun terkadang tidak logis atau realistis. Itulah pendapat mereka.
4. Merokok membangkitkan self-confident
Alasan seperti ini merupakan alasan yang sering
dilontarkan para perokok pemula dan sering terjadi dikalangan remaja khususnya
pria. Mungkin karena merasa kurang tampan, merasa culun atau bagaimana, maka
sirokok dijadikannya sebagai rekan untuk membangkitkan rasa percaya diri
mereka. Ketika mencoba untuk pertama kalinya mungkin akan terasa pusing. Namun
karena sudah terbiasa dan entah benar atau tidaknya dapat meningkatkan rasa
percaya diri, ada orang yang memutuskan untuk tetap merokok karena alasan ini.
5. Merokok dapat meningkatkan konsentrasi
"Sebagian orang yang bekerja di dinas atau
kantor pemerintah atau swasta, apalagi yang berhubungan dengan dengan data gaji
tentu membutuhkan konsentrasi yang tinggi jangan sampai melakukan kesalahan
dalam menginput besaran jumlah gaji para pegawai lainnya", sahut seorang
perokok yang identitasnya dirahasyakan.
6. Merokok saat merasa ngantuk
Para pecandu rokok biasa membawa sirokok
kemanapun ia pergi. Berbeda halnya dengan yang bukan perokok, saat merasa
suntuk dan mata seolah-olah ingin terpejam, maka permen kopi atau medsos adalah
obatnya, atau juga tidak menutup kemungkinan tidur ditempat kerja.
7. Makanan dan minuman sahabat sejati rokok
Saat menjelang pagi dan ketika ayam mulai
berkokok, setiap orang biasanya sarapan sebelum memulai aktivitas. Menu sarapan
yang biasa disajikan adalah roti tawar, susu, gorengan dan kopi. Suatu ketika,
saat masih menjadi mahasiswa saya tidak sempat sarapan dan terpaksa membelinya
di kantin kampus. Tiba-tiba sahabat dekat saya menghampiri dan menyapa,
"eh.., tumben sarapan di kantin brow". "Iya sob, ngga sempat
dirumah bangunnya telat", sahut saya. Bude empunya kantinpun datang
membawa 2 porsi mie goreng dan kopi hangat sesuai pesanan. Setelah selesai
sarapan dan sambil minum kopi, "kayaknya ada yang kurang nih!", kata
sahabat saya. Diapun membeli rokok dan sayapun menemaninya merokok sambil minum
kopi. Sambil menarik nafas panjang dan menghembuskannya kembali bersama asap
rokok, teman saya berkata, "mantabnya..".
Intinya, bagi seseorang yang sudah terbiasa
merokok setelah makan, jika tanpa penutup sirokok maka akan terasa kurang
lengkap. Itulah makna intrinsik dibalik alasan ini dan inilah penyebab mengapa
seseorang sulit untuk berhenti merokok.
8. Mengetahui penawar tar dan nicotine
Seseorang setelah merokok biasa meminum susu,
entah susu kotak, susu beruang, susu cap nona, atau susu tante.haha bercanda ah!
Air kelapa mudapun biasa mereka minum secara rutin seolah -olah digunakan untuk
menetralisir tar dan nicotine sirokok. Ada juga yang berasumsi bahwa semakin
panjang filter rokok, maka tar dan nocotine yang masuk kedalam tubuh akan
semakin terminimalisir. Tentu itu hanyalah sebuah teori yang belum dapat
dibuktikan kebenarannya atau selamanya akan tetap menjadi mitos.
9. Merokok selagi sempat
Sebelum memulai pekerjaan atau sambil menunggu
perkuliahan dimulai, sebagian orang tetap meluangkan waktu untuk merokok.
"mumpung dosen belum datang/jam kerja belum dimulai" itulah gurauan
yang sering saya dengar.
10. Sensasi merokok saat "BAB"
Berbanding terbalik dengan budaya asing, pada
saat "BAB" mereka juga meluangkan waktu sambil membaca koran, majalah
dan lain-lain. Namun di Indonesia, sebagian perokok memiliki kebiasaan yang
terbilang sangat unik yaitu merokok sambil "BAB". Menurut mereka,
" BAB sambil merokok itu sensasinya dapet banget". Mungkin karena
sudah terbiasa seperti itu, juga merupakan penyebab sulitnya berhenti menjadi
perokok.
11. Rokok menghilangkan rasa takut dan mengusir
hantu
Alasan merokok untuk menghilangkan rasa takut
saat berjalan di malam hari seorang diri dan mengusir hantu atau roh jahat
dalam kegelapan malam adalah sangat tidak logi dan terkesan lucu. Namun cara
ini kerap dilakukan para perokok, "ya percaya atau tidak sih". Begini
logika mereka, saat sang surya menyingsing fajar yang merupakan waktu bagi
manusia untuk menjalankan atau melanjutkan rutinitas atau kesibukan mereka
adalah saat dimana hantu atau roh jahat sedang beristirahat karena di dunia
lain tersebut terang berarti gelap (malam hari), begitu pula sebaliknya, malam
hari di dunia manusia berarti terang di dunia lain tersebut dan waktunya bagi
para hantu atau roh jahat memulai aktivitas mereka.
Dalam hal ini, manusia beranggapan bahwa para
hantu memilih malam hari untuk beraktivitas (gentayangan) karena mereka takut
terhadap sinar matahari yang panas dan terang benerang. Nah..disinilah para
perokok menarik kesimpulan bahwa ketika sirokok dibakar maka akan menghasilkan
asap yang berarti menandakan adanya api (cahaya/panas) walaupun berukuran
minimalist atau kecil, sehingga ketika para perokok berjalan dalam kegelapan
malam sekalipun, para hantu tidak akan mendekati mereka.
Jadi, jika setiap malam mereka mereka
berkeluyuran walaupun dengan tujuan yang tidak jelas, otomatis mereka akan
lebih sering membakar sirokok dan jika sudah keseringan maka kebiasaan merokok
menjadi sangat sulit dihentikan.
12. Masih banyak cewek yang suka merokok
Sebenarnya poin ini mengandung makna ambigu
jika salah menafsirkannya, namun kesalahan penafsiran tersebut harap dimaklumi
karena terkadang hal itu terjadi secara alami dan manusiawi. Bukan rahasia lagi
bahwa beberapa kaum hawa juga suka membakar sirokok ataupun merokok tanpa
membakar, misalnya saja di kafe-kafe, club-club malam dan tempat lainnya.
Karena menyadari hal ini, seorang pria perokok mungkin berpikir, "masih
ada ko yang memiliki kebiasaan yang sama dengan saya, bahkan perempuan, kalau
nanti nikah, saya cari saja yang sama-sama suka rokok". Jika hal ini
terjadi, maka kebiasaan merokok akan sulit dihilangkan karena tidak ada yang
berani melarang atau akan saling melarang jadinya.
13. Bibir merah pria identik dengan warna
lipstick
Tidak setiap orang menyukai warna bibir yang
merah merekah seperti merah delima apalagi kaum pria. Entah apa alasannya,
malah ingin membuat warna bibir agar terlihat lebih maskulin. Seperti yang kita
ketahui bersama bahwa ciri khas seorang perokok yang paling mencolok dan mudah
dilihat adalah warna bibirnya yang berwarna hitam atau keoklat-coklatan dan
gigi yang berwarna kuning karena pengaruh tar dan nicotine. Rencana yang
awalnya hanya ingin merubah warna bibir melalui rokok malah keterusan bahkan
kecanduan.
14. Merokok dapat mencairkan suasana hening
Saya pernah memperhatikan sekumpulan anak-anak
alay yang sedang nongkrong di pinggir jalan, lima menit pertama suasana nampak
ramai dan riuh, namun setelah beberapa menit berselang suasana yang tadinya
ramai menjadi sunyi, ada yang hanya duduk termenung (mungkin meratapi nasib),
ada yang hanya main hp, dan ada pula yang terlihat sedang berpikir dengan
serius (mungkin teringat PR). Setelah itu, datang seorang teman mereka dan
menawarkan rokok, semua anak-anak alay tersebutpun akhirnya merokok. Suasana
yang tadinya hening, sunyi dan senyap kembali gaduh dengan berbagai cerita. Hal
ini mungkin salah satu alasan lainnya mengapa mereka tetap merokok.
15.
Iklan rokok media audio-visual yang handal
Iklan rokok juga memegang peranan penting dalam
proses distribusi rokok dengan iyel-iyel yang menarik dan tidak jarang
seseorang yang tadinya berniat untuk berhenti merokok menjadi tergoda kembali.
Hal ini mungkin terjadi karena tidak serius atau bersungguh-sungguh ingin
berhenti merokok atau malah tergoda iklan dalam mempromosikan product dengan
rasa yang baru. Makanya..talkless do more dong..kata iklan.hahaha
Itulah sekilas alasan unik yang menyebabkan
seseorang tetap menjadi perokok dan sangat sulit untuk menghilangkan atau
meninggalkan kebiasaan dan budaya yang berhubungan erat dengan asap, tar dan
nicotine sirokok.

No comments:
Post a Comment